Jumat, 11 Februari 2011

GUNUNG MELETUS

Gunung meletus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Letusan gunung berapi St. Helens (AS), 22 Juli 1980
Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.


Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Berbagai Tipe Gunung Berapi

  1. Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
  2. Gunung berapi perisai (shield volcano)
  3. Gunung berapi maar

[sunting] Ciri-ciri gunung berapi akan meletus

Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain
  • Suhu di sekitar gunung naik.
  • Mata air menjadi kering
  • Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
  • Tumbuhan di sekitar gunung layu
  • Binatang di sekitar gunung bermigrasi

[sunting] Hasil letusan gunung berapi

Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :
Gas vulkanik
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
Lava dan aliran pasir serta batu panas
Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
Lahar
Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
Abu letusan
Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
Awan panas
Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

Internasional

 
Rabu, 02 Februari 2011 | 16:03  oleh Edy Can, Bloomberg
DAMPAK LETUSAN GUNUNG
Gunung meletus, penerbangan internasional dan domestik Jepang terganggu
TOKYO. Shinmoedake, sebuah gunung di Pulau Kyushu, Jepang, meletus untuk ketujuh kali dalam sepekan terakhir. Letusan kali ini membuat sejumlah penerbangan internastional dan domestik terganggu.

Gunung setinggi 4.660 kaki ini meletus sekitar pukul 10.47 waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang mengatakan, gunung yang berada di Kirishima ini menyeburkan asap dan debu setinggi 3.000 meter.

Semburan abu ini membuat sejumlah maskapai membatalkan jadwal penerbangan. Cathay Pacific Airways Ltd. mengatakan debu tersebut telah menunda penerbangannya ke Hongkong. Selain itu, semburan abu vulkanik juga menggangu bandara Nagoya, Tokyo dan Osaka.

Japan Airlines Corp dan All Nippon Airways Co juga membatakan penerbangan dari Miyazaki ke Kagoshima. Perusahaan ini menyarankan, calon penumpangnya memeriksa jadwal keberangkatan sebelum melakukan perjalanan.

Gunung Shinmoedake meletus pertama kali pekan lalu. Letusan ini yang pertama sejak gunung itu terlelap selama 52 tahun.


Gunung Berapi Jepang Meletus, Penerbangan Internasional Ditunda  Rita Uli Hutapea - detikNews


AFP



Akibat awan abu gunung berapi tersebut, sejumlah penerbangan internasional menuju Tokyo hari ini terpaksa ditunda. Demikian disampaikan maskapai-maskapai penerbangan Jepang seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (2/2/2011).

Gunung yang terletak di Pulau Kyushu, Jepang selatan tersebut kembali meletus pada Rabu, 2 Februari sekitar pukul 05.25 waktu setempat. Kemudian pada pukul 10.47 waktu setempat, gunung tersebut kembali memuntahkan isi perutnya. Demikian disampaikan seorang pejabat di badan Observatorium Meteorologi Distrik Fukuoka.

Akibatnya, beberapa penerbangan internasional menuju Bandara Narita dan Haneda di Tokyo, mengalami penundaan pagi tadi waktu setempat.

Gunung Shinmoedake setinggi 1.421 meter tersebut pernah menjadi lokasi syuting film James Bond "You Only Live Twice" tahun 1967 silam. Shinmoedake pertama kali meletus pekan lalu setelah tidur selama 52 tahun.

Jadwal penerbangan diperkirakan akan kembali normal dalam waktu dekat. Sebelumnya penerbangan domestik dan jadwal kereta juga telah mengalami pembatalan akibat letusan gunung berapi ini.

Otoritas setempat terus mengingatkan warga untuk menjauh dari gunung berapi tersebut. Hingga Selasa, 1 Februari malam waktu setempat, menurut data pemerintah, empat orang terluka, termasuk satu orang dengan luka-luka serius.

Lebih dari 600 warga di Kota Takaharu di wilayah Miyazaki telah dievakuasi dan untuk sementara mengungsi ke pusat-pusat komunitas dan sekolah-sekolah.


Bromo Meletus 4 Kali Disertai Dentuman Keras

Sabtu, 5 Februari 2011 - 18:15 wib
Nurul Arifin - Okezone
Gunung Bromo mengeluarkan asap dan gas belerang (1/12/2010). (Foto: Koran SI)
SURABAYA - Aktivitas Gunung Bromo masih tinggi. Hingga sore ini, gunung eksotik di Jawa Timur itu telah meletus sebanyak empat kali disertai dentuman keras.

Selain itu, lontaran material juga terjadi mengiringi letusan dengan ketinggian 200 meter dari puncak kawah.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi dan Bencana, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika aktivitas Gunung Bromo saat ini mengalami peningkatan. “Bromo mengeluarkan material pijar setinggi 200 meter dan kepulan asap sekira 400 hingga 800 meter, berwarna kelabu kecoklatan,” jelas Suantika, Sabtu (5/2/2011).

Gede menambahkan, kondisi visual Gunung Bromo, sore ini mendung disertai gerimis yang turun di kaldera. Meski demikian gunung tersebut masih nampak jelas teramati dari pos pantau.

Sementara arah angin membawa abu bromo ke timur dan timur laut. Akibatnya, Pos Pantau Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura terkena imbas hujan abu tersebut. “Saat ini pos pantau sebagian masih tertutup abu,” katanya.

Sedangkan abu panas hasil erupsi minor masih jatuh sekitar 300 meter dari kawah gunung. Sementara jarak aman masih ditetapkan sejauh 2 kilometer dari kawah. Karena itu, warga masih dilarang mendekat di sekitar kaldera. “Status masih tetap Siaga belum ada peningkatan,” tegas Suantika.





Rehabilitasi Merapi
Warga Tetap Dirikan Bangunan di Merapi
Penulis: Aloysius Budi Kurniawan | Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Jumat, 11 Februari 2011 | 18:34 WIB
Dibaca: 138
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Warga korban Merapi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/1), bergotong royong membangun kandang sapi di bekas rumah mereka yang hancur tersapu awan panas. Mereka terpaksa membangun rumah dan kandang sapi dengan bahan bambu dan kayu seadanya karena belum ada bantuan dari pemerintah. Tempat hunian sementara yang dijanjikan bisa ditempati sejak awal tahun hingga sekarang masih dalam tahap pembangunan.
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pascaerupsi Gunung Merapi, November 2010 lalu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta merekomendasikan pengosongan kawasan rawan bencana radius 15 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Namun demikian, di beberapa titik lokasi masih terlihat warga yang membangun kembali hunian mereka dalam radius kurang dari 15 kilometer, bahkan kurang dari 10 kilometer.
Pembangunan beberapa rumah warga terlihat di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Di sepanjang jalan menuju bekas kediaman Mbah Maridjan, tampak beberapa warga mulai membangun kembali rumah mereka.
Beberapa lokasi yang terdampak awan panas merapi, kini menjadi tempat kunjungan wisata. Karena itu, banyak warga membangun kembali hunian mereka untuk berdagang seiring banyaknya wisatawan.
"Kami merekomendasikan agar kawasan rawan bencana (KRB) dengan radius 15 kilometer dari puncak Merapi untuk tidak dijadikan hunian tetap. Namun, ini sifatnya rekomendasi karena kewenangan ada pada pemerintah daerah," kata Kepala BPPTK Yogyakarta Subandriyo, Jumat (11/2/11) di Yogyakarta.
Menurut Subandriyo, kawasan sisi selatan Merapi termasuk yang paling rawan terhadap ancaman lahar dan awan panas. Sebab, kawah Merapi kini terbuka menghadap ke selatan menuju Kali Gendol.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mengatakan, Pemkab Sleman memasukkan rencana pengosongan wilayah dalam radius 10 km dari puncak Merapi. Wilayah itu akan menjadi bagian dari Taman Nasional Gunung Merapi (Kompas, 18/1).


Gunung Bromo Meletus, Warga Kesulitan Pakan Ternak

Sabtu, 22 Januari 2011 - 19:42 WIB
| More
SURABAYA(Pos KOta)- Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur kembali meningkat aktivitasnya. Mulai Sabtu (22/1), pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Gunung nan eksotis di Jawa Timur mengalami 4 kali letusan minor. “Aktivitas Bromo masih tinggi dan terus kami pantau,” kata Kasubi Pengamatan Gunung Api PVMBG Bandung, Agus Budiyanto.
Menurut Agus, setiap kali meletus Bromo masih disertai suara gemuruh dan melontarkan materila abu dan kerikil dari perutnya. “Bromo bila erupsi masih disertai gemuruh,” ungkapnya.
Data sismik yang terekam di Pos Pantau Pengamatan Gunung Bromo di Dusun Cemoro Lawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Gempa Tremor 17 mm hingga 38 mm dengan waktu 25 detik hingga 345 detik. Tinggi erupsi letusan Bromo mencapai 800 meter mengarah ke Timur yakni Lumajang. “Erupsi Bromo kali mengulang kejadian-kejadian sebelumnya seperti tahun 2000, 1995 dan 1972,” ujarnya.
PVMBG menghimbau warga untuk menggunakan masker sebagai pelindung saluran pernafasan Mulut dan Hidung.
Dampak dari guyuran hujan abu Bromo di Lumajang, membuat sejumlah peternak sapi kesulitan mencari pagan. Pasalnya, rumput yang ada dikebun diselimuti abu vulkanik.
Guna memberikan pagan pada hewan ternaknya, terpaksa petani memburu katul padi sebagia penganti. Meski demikian sebagian peternak sapi masih mencari rumput, tetapi dengan cara dicuci dengan air sungai.
“Kami kaget saat mencari Rumput, kok tiba-tiba sudah dipenuhi abu,” kata Santoso, warga Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro.
Dia mengakui, hujan abu yang menguyur wilayah lebih deras dibanding biasnya. Bahkan kejadian hujan abu ini seperti saat awal Bromo meletus. “Kalau begini harus cari pangan penganti,” ujarnya.
Peternak kambing etawa, Sunardi, warga Kandang Tepus, mengaku kesulitan mencari dedauan untuk pagan ternak. Namun, masih untuk persediaan daun masih mencukupi, saat mencari kemarin sore. “Kalau hujan abu sampai nanti sore, wah bisa-bisa, kehabisan stok,” ujarnya.
Kekhawatiran peternak di Kecamatan Senduro dengan rumput dan deduanan diselimuti abu Bromo bisa mengancam nyawa ternaknya. “Warga disini kalau abu menempel pada rumput dan daun, bisa mematikan hewan ternak,” pungkas Sunardi.(nurqomar/B)

    
.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar